SUARA INDONESIA
Banner

PT. PLN UPT Asembagus: Sebutir Nasi Pun Petugas Tak Boleh Terima

SITUBONDO- Pungutan dalam bentuk apa pun meski sebutir nasi pun, petugas PLN tidak boleh menerimanya. Ungkapan itu disampaikan Assistant  Analist Pelayan Pelanggan (As Yan Gan) PT. PLN ULP Asembagus, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, Fiqih Akbar Wijaya pada suaraindonesia.co.id, Kamis (7/1/2021) siang.

Fiqih menjelaskan, mengenai pengaduan konsumen yang perbaikannya menyangkut semua kerusakan dari tiang hingga kwh meter, perbaikannya adalah tanggung jawab PLN sepenuhnya.

"Jadi kami pastikan dan agar masyarakat mengetahui bahwa semisal ada penggantian alat di kwh meter, misalnya, sama sekali tidak ada biayanya alias gratis," ucap Fiqih.

Ditambahkan, PLN berupaya secara transparan memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk konsumen pelanggan listrik.

"Kalo ada biaya istilahnya tagihan susulan, hal itu beda lagi. Semisal, ada kerusakan MCB ( skakel di kwh meter), diadukan pada kami, lalu stok material MCB habis, saat menunggu misalnya 2 hari aliran listrik tetap ada, tentu ada kalkulasi biaya pemakaian. Misal per kwh 1467.28 tinggal dikalikan biaya pemakaian selama 2 hari itu," terang Fiqih.

Tentunya, imbuh dia, setelah MCB pengganti dipasang maka tagihan seperti sedia kala.

"Tidak ada penggantian biaya atau pembelian alat hingga ke kwh meter," tegasnya.

Lebih jauh, fenomena gangguan aliran listrik di musim penghujan kerap terjadi. Untuk itu dia meminta masyarakat segera melapor kepada petugas atau melalui layanan pengaduan yang resmi untuk ditindaklanjuti.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga, salah satu konsumen PLN bernama Pika, warga Asembagus mengapresiasi pelayanan PLN setempat.

"Laporan kami segera direspon cepat dan semoga terus dapat melayani setiap keluhan pelanggan khususnya terkait gangguan aliran listrik," ujar Pika.(*)

Apa Reaksi Anda?