default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Disetujui Jokowi, Pembangunan Tol Probolinggo-Lumajang Butuh Rp 4,7 Triliun

Disetujui Jokowi, Pembangunan Tol Probolinggo-Lumajang Butuh Rp 4,7 Triliun
Peristiwa Nasional
Bupati Lumajang Thoriqul saat menjawab pertanyaan awak media.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

LUMAJANG - Rencana pembangunan Tol Probolinggo-Lumajang sudah mendapat kepastian. Presiden Joko Widodo telah menyetujuinya melalui Perpres Nomor 80 Tahun 2019.

Dari lampiran Perpres yang diunggah Bupati Lumajang Thoriqul Haq di media sosial, tertulis pembangunan tol membutuhkan biaya sekitar Rp 4,7 triliun. Nominal sebesar itu akan didapat melui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Bupati menjelaskan, melalui skema KPBU, proges pembangunan kemungkinan besar bisa lebih cepat. Karena biayanya tidak mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

"Konsep KPBU memungkinkan pihak swasta untuk terlibat secara aktif. Dan bissa menjadi kesepakatan konsorsium bagi pihak swasta dalam pengelolaan permodalan pembangunan jalan tol," ungkapnya.

Ia berharap, tahun depan tahapan pembangunan mulai dilakukan. "Bila di 2020 bisa dimulai langkah detailing teknis terkait trase jalur, exit tol, area lahan yang digunakan maka di 2021 bisa dimulai perencanaan lahan sekaligus pembebasan lahan. Berikutnya, konsolidasi konstruksi bisa diharapkan di 2022 hingga 2023," jelasnya.

Thoriq pun optimis dengan adanya pembangunan ini, bisa membuat Lumajang mendapat kemudahan akses. Sehingga berdampak pada cepatnya pertumbuhan di semua sektor.

"Pariwisata akan tumbuh, pertanian akan menemukan akses pasar dengan kemudahan akses transportasi, UMKM akan memiliki daya beli dengan semakin banyaknya orang yang berkunjung ke Lumajang," ucapnya.

Tak hanya itu di sektor industri olahan ke depan juga akan memiliki harapan. Diprediksi akan lebih investor yang mengembangkan usaha di Lumajang. Apalagi UMK (Upah Minimun Kabupaten) Lumajang masih terjangkau.

"Target utamanya adalah pertumbuhan ekonomi semakin meningkat dan masyarakat Lumajang semakin sejahtera," tegas Thoriq.

Selanjutnya, pihaknya tinggal memudahkan akses bagi para investor untuk berinvestasi di Lumajang. Karena adanya tol tentu tidak langsung menjadi jawaban persoalan perekonomian bagi Lumajang.

"Masih banyak yang harus di selesaikan. Antara lain, jaminan pelayanan pemerintah terhadap kemudahan investasi," ungkapnya.

Masyarakat Lumajang juga yang harus siap dengan percepatan perubahan yang akan terjadi. "Standart pelayanan terhadap jasa publik, stabilitas politik yang harus tetap terjaga, keamanan dan kenyamanan hadir di Lumajang yang harus terjamin, sektor swasta yang juga harus tumbuh, pola pikir masyarakat yang progresif konstruktif," pungkasnya.


Kontributor : Alfia
Editor : Imam Hairon
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar