SUARA INDONESIA JOMBANG

Ekskavasi Situs Pande Gong Tahap Kedua di Lanjutkan BPCB Jatim

Gono Dwi Santoso - 17 March 2022 | 13:03
Ekbis Ekskavasi Situs Pande Gong Tahap Kedua di Lanjutkan BPCB Jatim
Vidi Susanto Pamong Budaya Muda BPCB Jatim saat Ekskavasi di situs pande gong Desa Menganto Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang, Kamis (17/03/2022).

JOMBANG - Ekskavasi Situs Pande Gong tahap ke 2, dilanjutkan kembali oleh Balai Pelestarian dan Cagar Budaya( BPCB) Provinsi Jawa timur dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Jombang, Kamis ( 17/03/2022).

Tampak para pekerja BPCB Jatim sedang mengali struktur tengah bangunan situs pande gong untuk di bersihkan dari gundukan tanah yang menimbun bangunan situs tersebut.

Dalam ekskavasi situs pande gong ini,Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Jombang mengunakan anggaran dari APBD senilai,Rp 54 juta dan di gunakan untuk ekskavasi situs selama 10 hari.

Dalam ekskavasi di situs pande gong ini, di laksanakan pada tanggal 16 sampai 26 Maret, terang Iswayudi ,Pamong budaya muda Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang .

Iswayudi mengatakan , ekskavasi ini tahap lanjutan dari ekskavasi tahun kemarin tahun 2021 . Ekskavasi ini di awali yang mengali yang tengah bangunan situs pande gong untuk sisi timur dan selatan menunggu karena masih ada pohon nya setelah di tebang ekskavasi dilanjutkan, tambahnya.

Dalam ekskavasi ini ,diharapkan semua struktur dari situs pande gong ini di sisi timur dan selatan nampak jelas bangunan nya jika masih ada waktu nanti akan sisir sebelah situs pande gong, pungkasnya.

Ditemui di lokasi Vidi Susanto pamong budaya muda BPCB Jatim mengatakan hari ini kita akan lakukan ekskavasi di sisi timur situs pande gong. Situs pande gong ini di perkirakan pada abad ke 10 Masehi di masa kerajaan era mpu sendok , terangnya.

Dimana bisa di buktikan adanya temuan arca, dimensi bata, temuan arca mahakala,nandeswara dari struktur bangunan, batu bata, dan temuan lain candi ini dibangun pada abad ke 10. Jauh sebelum Kerajaan Majapahit berdiri, terang Vidi Susanto.

Berdasarkan temuan fragman keramik, Candi di Situs Pandegong diyakini sebagai tempat pemujaan untuk aliran agama Hindu Siwa pada masa itu dimana bisa dilihat dari hasil temuan bata merah kuno seluas 7,8 x 7,8 Cm dengan tinggi bangunan mencapai 180 Cm, tambahnya.

Dari Denahnya tersebut kelihatan bahwa situs pande gong ini dibagun pada zaman empu sendok ," terang Vidi kepada media Suara Indonesia.co.id

Hal tersebut diperkuat setelah ditemukannya 2 arca berbahan batu andesit pada bagian barat bangunan candi. Arca Nandiswara dan Mahakala itu sebagai penjaga pintu masuk ke bagian paling sakral di candi, pungkasnya.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Gono Dwi Santoso
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya