JOMBANG - Rapat pembahasan tentang kontrak kerja sama jual beli Scrape antara BUMDes Aneka Usaha Desa Jatigedong Kecamatan Ploso dengan PT Cheil Jedang Indonesia (CJI) akhirnya terjadi kesepakatan, yakni dengan harga Rp 3.200, 00 ( tiga ribu dua ratus rupiah ), Senin (14/02/2022).
Camat Ploso Tridoyo mengatakan, rapat yang dilakukan bertujuan untuk mencari titik temu dari permasalahan yang ada, melalui sebuah kesepakatan bersama.
"Hari ini dilaksanakan rapat antara Pemdes Jatigedong, pengurus BUMDes Aneka usaha, BPD Jatigedong dan tokoh masyarakat diundang untuk membahas kontrak kerja jual beli Scrape dengan PT CJI, saya berharap ada titik temu dan terjadi kesepakatan," terangnya.
Sementara GM PT CJI Mulyono GM PT CJI menjelaskan, untuk menentukan harga scrape harus melalui sistem dan mekanisme tersendiri, dengan melakukan harga di lapangan.
"Itu ada sistem dan ada mekanismenya yaitu melalui survey harga di lapangan, ungkapnya, saat di Balai Desa Jatigedong, Senin (14/2/2022).
Menurutnya, untuk harga survey yang telah dilakukan di lapangan adalah berkisar antara, harga bersih perkilogram mulai Rp 3.500 sampai Rp 6.000.
"Jadi ada kategori kategori, kalau diambil rata rata hitungan harga dilapangan adalah Rp4500, karena ini untuk kepentingan CSR, kami tidak akan mematok sesuai harga dipasaran.Tapi harus jauh dibawah itu , semua ada sistemnya ada mekanismenya," tambahnya.
Sementara untuk sistem yang terbaca dan disampaikan kantor pusat harganya mencapai Rp 3.700, namun hal tersebut tidak disetujui oleh pihak desa.
"Nah melihat kondisi prosesnya begitu rumit, akhirnya kami menghubungi owner di Korea ternyata bisa kita negosiasikan untuk bisa diturunkan harganya," lanjutnya.
Dirinya menilai, dengan keuntungan kasar scrape sebesary Rp 1 Miliar, jika difungsikan secara baik untuk kesejahteraan masyarakat, maka akan memiliki makna yang sangat berarti.
"Akhirnya setelah komunikasi dengan pimpinan di Korea maka kami berani memutuskan harga perkg Rp3250, meskipun kami nanti harus menghadapi diaudit internal oleh pimpinan," ucapnya.
Selanjutnya Ketua BPD Jatigedong Nasibyanto mengaku, meski sebelumnya sempat menolak, namun akhirnya kesepakatan tersebut mendapat persetujuan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat.
menjelaskan, kesepakatan rapat hari ini antara BPD, Pemdes Jatigedong, perangkat desa dan tokoh masyarakat Jatigedong, telah sepakat harga beli Scrape perkg Rp 3200, terangnya.
"Awalnya PT. CJI meminta harga Rp 3700, dan BUMDes mengajukan harga Rp 3150, kemudian PT CJI menawar Rp 3350, terakhir saat rapat hari ini PT CJI mengajukan segitu dan disepakati oleh GM Mulyono. Setelah berunding dengan BPD, PEMDES, dengan Muspika Ploso diambil jalan tengah sepakat dengan harga Rp3200. Masyarakat deal dan menyetujui serta tidak ada gejolak sama sekali," pungkasnya.
Rapat yang dipimpin Ketua BPD Jatigedong dihadiri oleh, Kepala Desa Jatigedong Siti Junaidah, Camat Ploso Tridoyo, Kapolsek Kompol Darmadji dan Komandan Koramil Ploso, anggota BPD, perangkat Desa Jatigedong, Ketua RT/RW, dan tokoh masyarakat Desa Jatigedong.(Gono/Will)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Gono Dwi Santoso |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi