JOMBANG - Menjelang Puasa Ramadan kompleks makam religi Gus Dur dibanjiri peziarah baik dari dari Jombang maupun dari luar kota disamping berziarah juga mendoakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyeh KH Hasyim Asy'ari di area kompleks pemakaman Ponpes Tebu Ireng Jombang, Kamis (31/3/2022).
Kompleks Pemakaman Gus Dur ini dibuka untuk peziarah, mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 13.30 WIB.
Rata rata pengunjung pada hari biasa, bisa mencapai 1 ribu sampai 3 ribu, menjelang bulan suci Ramadan peziarah meningkat hingga 15 ribu pengunjung sampai 20 ribu.
Humas Ponpes Tebu Ireng Jombang Tenku Asnawi menjelaskan, lokasi tersebut mulai dipadati oleh pengunjung, setelah sebelumnya sempat ditutup selama dua tahun, karena pandemi Covid-19.
"Makam Gus Dur selalu ramai pengunjung setelah di buka kembali setelah hampir dua tahun ditutup karena pandemi Covid-19 rata rata peziarah datang dari luar kota Jombang disamping berziarah juga ngalap barokah dari ulama pendiri Nahdlatul Ulama (NU)," jelasnya kepada suaraindonesia.co.id.
Makam Gus Dur berada di komplek pemakaman keluarga Tebuireng. Dimana area makam tersebut juga ada makam Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Pesantren Tebuireng sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Sebelah barat makam Gus Dur, ada makam adik kandung Gus Dur, yakni KH. Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, serta makam ayahnya, KH Wahid Hasyim.
Aswani menambahkan, bagi peziarah yang datang, sebelum masuk di kompleks pemakaman Gus Dur terlebih dahulu akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas di pintu masuk.
"Bagi para peziarah wajib mengunakan masker karena masih pandemi Covid-19. Biasanya kondisi ini akan berlangsung sampai bulan puasa. Jadi kami akan memperketat penjagaan," lanjutnya.
Sementara itu, salah seorang rombongan peziarah Mahmud Shodiq (45) Rombangan dari Kediri mengatakan, pihaknya cukup sering berziarah ke makam Gus Dur.
"Bahkan bisa sebulan tiga kali melakukan ziarah menemani rombongan sekolah maupun pondok hari ini saya rombongan 2 bus dari Kediri," ungkapnya.
Ziarah tersebut dilakukan, untuk mencari berkah, berdoa, serta mengharapkan berkah.
"Tujuan kami berziarah ke sini mencari berkah, selain untuk berdoa dan berharap barokah dari para Kyai. Juga mendalami dan meresapi perjuangan parah tokoh ini, barangkali bisa dilakukan di masa sekarang," tutupnya. (Gono/Will)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Gono Dwi Santoso |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi